Konsep Rasio
Pada postingan kali ini, kita akan membahas salah satu konsep matematika yang sering muncul dalam kehidupan sehari-hari, yaitu rasio. Mulai dari mencampur minuman, membuat adonan kue, menentukan takaran pupuk, sampai membaca efisiensi bahan bakar — semuanya berkaitan dengan rasio. Memahami konsep ini dapat membantu kita untuk berpikir proporsional dan mengenali hubungan antarbesaran secara matematis maupun praktis.
RASIO
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali dihadapkan pada situasi yang membutuhkan perbandingan antara dua besaran, misalnya:
- Mencampur minuman dengan perbandingan tertentu.
- Menghitung efisiensi bahan bakar kendaraan.
- Mencampur cat warna untuk mendapatkan warna tertentu.
- Menentukan takaran pupuk untuk pertumbuhan optimal tanaman.
1. Konsep Rasio
Rasio adalah perbandingan antara dua besaran yang memiliki satuan sama (sejenis), yang dinyatakan dalam bentuk pembagian. Secara matematis:
Rasio tidak menunjukkan selisih atau perbedaan nilai, melainkan hubungan proporsional antara dua besaran.
Rasio adalah perbandingan antara dua besaran yang memiliki satuan sama (sejenis), yang dinyatakan dalam bentuk pembagian. Secara matematis:
Rasio = a : b atau a/b
dengan, a adalah besaran pertama, dan b adalah besaran kedua. Keduanya harus memiliki satuan sejenis agar bermakna secara matematis.Rasio tidak menunjukkan selisih atau perbedaan nilai, melainkan hubungan proporsional antara dua besaran.
Catatan Penting:
Dalam kehidupan nyata, rasio juga bisa digunakan untuk besaran berbeda jenis selama memiliki hubungan fungsional. Rasio jenis ini disebut rasio terapan.
Dalam kehidupan nyata, rasio juga bisa digunakan untuk besaran berbeda jenis selama memiliki hubungan fungsional. Rasio jenis ini disebut rasio terapan.
Contoh Soal 1 (Rasio Sejenis)
Tinggi Andi 160 cm dan tinggi Budi 180 cm. Nyatakan rasio tinggi Andi terhadap tinggi Budi dalam bentuk paling sederhana.
Tinggi Andi 160 cm dan tinggi Budi 180 cm. Nyatakan rasio tinggi Andi terhadap tinggi Budi dalam bentuk paling sederhana.
Penyelesaian:
Rasio = Tinggi Andi : Tinggi Budi
= 160 : 180
= 8 : 9
Jadi, rasio tinggi Andi terhadap Budi adalah 8 : 9.
Rasio = Tinggi Andi : Tinggi Budi
= 160 : 180
= 8 : 9
Jadi, rasio tinggi Andi terhadap Budi adalah 8 : 9.
Contoh Soal 2 (Rasio Terapan)
Digunakan 2 sendok cokelat bubuk dan 300 ml susu. Tentukan rasio cokelat terhadap susu.
Digunakan 2 sendok cokelat bubuk dan 300 ml susu. Tentukan rasio cokelat terhadap susu.
Penyelesaian:
Rasio = Cokelat : Susu
= 2 : 300
= 1 : 150
Jadi, rasio cokelat terhadap susu adalah 1 : 150.
Artinya setiap 1 bagian cokelat dicampur dengan 150 bagian susu.
Rasio = Cokelat : Susu
= 2 : 300
= 1 : 150
Jadi, rasio cokelat terhadap susu adalah 1 : 150.
Artinya setiap 1 bagian cokelat dicampur dengan 150 bagian susu.
Contoh Soal 3
Botol besar berkapasitas 1000 ml dan botol kecil 200 ml. Nyatakan rasio volume botol besar terhadap botol kecil.
Botol besar berkapasitas 1000 ml dan botol kecil 200 ml. Nyatakan rasio volume botol besar terhadap botol kecil.
Penyelesaian:
Rasio = Volume Botol Besar : Volume Botol Kecil
= 1000 : 200
= 5 : 1
Jadi, rasio volume botol besar terhadap botol kecil adalah 5 : 1.
Artinya volume botol besar adalah 5 kali volume botol kecil
Rasio = Volume Botol Besar : Volume Botol Kecil
= 1000 : 200
= 5 : 1
Jadi, rasio volume botol besar terhadap botol kecil adalah 5 : 1.
Artinya volume botol besar adalah 5 kali volume botol kecil
2. Perbedaan Rasio dan Selisih
Rasio adalah perbandingan dua besaran dengan pembagian (a : b).
Selisih adalah perbedaan dua besaran dengan pengurangan.
Rasio adalah perbandingan dua besaran dengan pembagian (a : b).
Selisih adalah perbedaan dua besaran dengan pengurangan.
Contoh Soal 1:
Berat Riam 24 kg, berat Yoga 30 kg. Tentukan :
a) Selisih berat Riam dan Yoga
b) Rasio berat Riam terhadap berat Yoga
Berat Riam 24 kg, berat Yoga 30 kg. Tentukan :
a) Selisih berat Riam dan Yoga
b) Rasio berat Riam terhadap berat Yoga
Penyelesaian:
a) Selisih: 30 − 24 = 6 kg
Yoga 6 kg lebih berat dari Riam.
b) Rasio: 24 : 30 = 4 : 5
Artinya berat Riam adalah 4/5 berat Yoga (0,8 kali).
a) Selisih: 30 − 24 = 6 kg
Yoga 6 kg lebih berat dari Riam.
b) Rasio: 24 : 30 = 4 : 5
Artinya berat Riam adalah 4/5 berat Yoga (0,8 kali).
Contoh Soal 2:
Diketahui perbandingan uang Riko, Santi, dan Lala adalah 4 : 5 : 7. Jumlah uang merekabertiga adalah Rp320.000. Tentukan:
a) Uang Santi
b) Selisih Uang Riko dan Lala
Diketahui perbandingan uang Riko, Santi, dan Lala adalah 4 : 5 : 7. Jumlah uang merekabertiga adalah Rp320.000. Tentukan:
a) Uang Santi
b) Selisih Uang Riko dan Lala
Penyelesaian:
a) Total bagian rasio = 4+5+7=19 bagian. Sehingga diperoleh
Uang Santi = 5/16 × 320.000=Rp100.000
b) Uang Riko = 4/16 × 320.000=Rp80.000
Uang Lala = 7/16 × 320.000=Rp140.000
Selisih Uang Riko dan Lala = 140.000-80.000=Rp60.000
a) Total bagian rasio = 4+5+7=19 bagian. Sehingga diperoleh
Uang Santi = 5/16 × 320.000=Rp100.000
b) Uang Riko = 4/16 × 320.000=Rp80.000
Uang Lala = 7/16 × 320.000=Rp140.000
Selisih Uang Riko dan Lala = 140.000-80.000=Rp60.000
3. Contoh Aplikasi Rasio
Berikut penerapan konsep rasio dalam kehidupan sehari-hari.
Berikut penerapan konsep rasio dalam kehidupan sehari-hari.
Kasus 1: Menentukan Rasio Cokelat dan Susu
Empat gelas susu cokelat:
Pertanyaan:
a) Gelas mana yang paling pekat rasa cokelatnya?
b) Jika gelas A dan C digabung, dan gelas B dan D juga digabung, campuran mana yang paling pekat rasa cokelatnya?
Empat gelas susu cokelat:
| Gelas | Bubuk (sendok) | Susu (ml) |
|---|---|---|
| A | 1 | 200 |
| B | 2 | 300 |
| C | 3 | 450 |
| D | 4 | 500 |
a) Gelas mana yang paling pekat rasa cokelatnya?
b) Jika gelas A dan C digabung, dan gelas B dan D juga digabung, campuran mana yang paling pekat rasa cokelatnya?
Penyelesaian:
a) Hitung rasio susu per sendok cokelat:
A = 200/1 = 200 ml/sendok
B = 300/2 = 150 ml/sendok
C = 450/3 = 150 ml/sendok
D = 500/4 = 125 ml/sendok
Semakin kecil ml/sendok, semakin pekat.
Maka gelas D paling pekat.
b) Gabungan A + C:
Bubuk = 4 sendok, Susu = 650 ml → 650/4 = 162,5 ml/sendok
Gabungan B + D:
Bubuk = 6 sendok, Susu = 800 ml → 800/6 ≈ 133,3 ml/sendok
Jadi gabungan B + D lebih pekat.
a) Hitung rasio susu per sendok cokelat:
A = 200/1 = 200 ml/sendok
B = 300/2 = 150 ml/sendok
C = 450/3 = 150 ml/sendok
D = 500/4 = 125 ml/sendok
Semakin kecil ml/sendok, semakin pekat.
Maka gelas D paling pekat.
b) Gabungan A + C:
Bubuk = 4 sendok, Susu = 650 ml → 650/4 = 162,5 ml/sendok
Gabungan B + D:
Bubuk = 6 sendok, Susu = 800 ml → 800/6 ≈ 133,3 ml/sendok
Jadi gabungan B + D lebih pekat.
Kasus 2: Membandingkan Rasa Jus Jeruk
Mira membuat dua jenis jus jeruk :
Jus A : 2 gelas air + 3 perasan jeruk
Jus B : 3 gelas air + 5 perasan jeruk
Pertanyaan : Jus mana yang lebih terasa jeruknya?
Mira membuat dua jenis jus jeruk :
Jus A : 2 gelas air + 3 perasan jeruk
Jus B : 3 gelas air + 5 perasan jeruk
Pertanyaan : Jus mana yang lebih terasa jeruknya?
Penyelesaian:
Hitung rasio air per 1 perasan jeruk:
Jus A = 2/3 = 0,666 gelas air per perasan
Jus B = 3/5 = 0,6 gelas air per perasan
Nilai lebih kecil → lebih pekat.
Jadi Jus B lebih terasa jeruknya.
Hitung rasio air per 1 perasan jeruk:
Jus A = 2/3 = 0,666 gelas air per perasan
Jus B = 3/5 = 0,6 gelas air per perasan
Nilai lebih kecil → lebih pekat.
Jadi Jus B lebih terasa jeruknya.
Kasus 3: Rasio Pupuk dalam Pertanian
Seorang petani mencampur dua jenis pupuk untuk tanamannya.
Campuran 1 : 6 kg pupuk A+4 kg pupuk B
Campuran 2 : 5 kg pupuk A+5 kg pupuk B
Pertanyaan :
a) Berapa rasio pupuk A terhadap B pada masing-masing campuran?
b) Dari kedua campuran, campuran mana yang lebih dominan pupuk B-nya?
Seorang petani mencampur dua jenis pupuk untuk tanamannya.
Campuran 1 : 6 kg pupuk A+4 kg pupuk B
Campuran 2 : 5 kg pupuk A+5 kg pupuk B
Pertanyaan :
a) Berapa rasio pupuk A terhadap B pada masing-masing campuran?
b) Dari kedua campuran, campuran mana yang lebih dominan pupuk B-nya?
Penyelesaian:
a) Campuran 1 = 6/4 = 3 : 2
Campuran 2 = 5/5 = 1 : 1
b) Dominansi pupuk B:
Campuran 1: 4/10 = 40%
Campuran 2: 5/10 = 50%
Jadi Campuran 2 lebih dominan pupuk B.
a) Campuran 1 = 6/4 = 3 : 2
Campuran 2 = 5/5 = 1 : 1
b) Dominansi pupuk B:
Campuran 1: 4/10 = 40%
Campuran 2: 5/10 = 50%
Jadi Campuran 2 lebih dominan pupuk B.
Kasus 4: Campuran Cat Warna
Pertanyaan:
a) Rasio merah : kuning untuk masing-masing campuran?
b) Campuran mana yang paling dominan merahnya?
c) Jika ingin warna oranye seimbang, campuran mana yang cocok?
| Campuran | Cat Merah (liter) | Cat Kuning (liter) |
|---|---|---|
| A | 3 | 2 |
| B | 5 | 5 |
| C | 4 | 6 |
a) Rasio merah : kuning untuk masing-masing campuran?
b) Campuran mana yang paling dominan merahnya?
c) Jika ingin warna oranye seimbang, campuran mana yang cocok?
Penyelesaian:
a) Campuran A = 3/2 → dominan merah
Campuran B = 1/1 → seimbang
Campuran C = 4/6 = 2 : 3 → dominan kuning
b) Campuran A → lebih kemerahan
c) Campuran B → cocok untuk warna oranye (seimbang)
a) Campuran A = 3/2 → dominan merah
Campuran B = 1/1 → seimbang
Campuran C = 4/6 = 2 : 3 → dominan kuning
b) Campuran A → lebih kemerahan
c) Campuran B → cocok untuk warna oranye (seimbang)
Demikian pembahasan mengenai Rasio, mulai dari konsep dasar, cara membandingkan rasio, hingga contoh-contoh aplikasinya dalam kehidupan nyata. Semoga rangkuman ini bermanfaat dan membantu proses belajar sobat semua. Sampai jumpa pada materi selanjutnya!
.png)